- See more at: http://blog-rangga.blogspot.com/2013/01/cara-mudah-pasang-gambar-dan-animasi.html#sthash.pfXeksQT.dpuf

Tugas Psikolinguistik

Posted by Farida



UNGKAPAN RASA KEGELISAHAN DALAM PUISI WAKTU
KARYA B.Y. TAND
Nora Lufitasari (A310130191)

A.    Pendahuluan
Bahasa dapat diwujudkan dalam bentuk lisan dan tulis. Sebagian besar orang beranggapan bahwa bahasa lisan lebih mudah digunakan daripada bahasa tulis. Hal ini dikarenakan hanya sedikit dari mereka yang suka menulis. Apalagi kaidah-kaidah dalam memproduksi bahasa lisan lebih sedikit daripada bahasa tulis.
Kemudahan yang ada dalam bahasa lisan sering kali digunakan sebagai ungkapan berbagai emosi atau perasaan. Perasaan itu dapat berupa rasa senang, cinta, sedih, kecewa, benci, galau, khawatir, dan lain sebagainya. Namun perasaan tersebut juga diungkapkan dalam bahasa tulis bagi sebagian kecil orang.
Namun kenyataan di atas telah mengalami perubahan. Hal ini dikarenakan semakin maraknya pengungkapan perasaan dalam berbagai media, terutama media sosial. Banyak orang yang mengungkapkan perasaannya di sana. Bahkan orang yang tidak suka menulis atau orang yang jarang berbicara pun bisa mengekspresikan perasaannya disana.
Meskipun demikian, tidak menutup kemungkinan banyak yang mengungkapkannya melalui karya sastra. Media ini selain sebagai sarana pengungkapan perasaan juga bisa dijadikan sarana berkarya. Meskipun sarana ini memiliki banyak kaidah-kaidah yang mengikatnya, namun masih banyak orang yang menyukai sarana ini. Di dalam sarana ini ternyata menyediakan banyak bentuk dalam pengungkapan perasaan tersebut yaitu berupa novel, cerpen, maupun puisi.
Puisi merupakan salah satu sarana pengungkapan perasaan. Sarana ini dirasa lebih unik karena di dalamnya menggunakan bahasa yang indah dan sarat akan makna. Seringkali makna tersebut tersimpan dalam simbol-simbol yang tidak semua orang mampu menafsirkan, sehingga akan menampilkan sensasi dan menjadi ciri khas dari puisi tersebut.
Salah satu puisi yangdijadikan ungkapan perasaan yaitu puisi Waktu karya B.Y. Tand.B.Y. Tand adalah seorang yang bertugas sebagai Penilik Kebudayaan dan berlatar pendidikan IKIP dan Universitas Islam. Bertolak dari hal tersebut, B.Y. Tand juga banyak terpengaruh oleh ajaran islam tentang waktu. Sebagaimana tercantum dalam Alquran surat Al’asr yang berbicara mengenai waktu. Dengan puisi tersebut, sebenarnya penyair ingin mengungkapkan perasaannya tentang kehidupan dan waktu.

B.     Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang yang dipaparkan dalam pendahuluan di atas, ada 2 masalah yang perlu dikaji.
1.      Bagaimana ungkapan rasa kegelisahan dalam puisi Waktu karya B.Y. Tand?
2.      Mengapa dalam puisi Waktu karya B.Y. Tand terdapat ungkapanrasa kegelisahan?

C.    Pembahasan
1.      Ungkapan rasakegelisahan dalam puisi Waktu karya B.Y. Tand
Kata ungkapan  menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah kata atau kelompok kata yang menyatakan makna khusus. Kata atau kelompok kata tersebut kemudian digunakan untuk menyatakan berbagai macam perasaan. Makna khusus yang terdapat dalam perasaan biasanya tersirat dalam perasaan yang akan diungkapkan.
Kegelisahan merupakan bentuk perasaan gelisah, cemas, resah, khawatir pada suatu hal. Dewasa ini rasa kegelisahan sering disebut dengan kata “galau”. Bagi kalangan remaja sekarang kata tersebut sangat akrab. Perasaan ini biasanya diperkuat dengan suasana sedih, parau, dan gundah. Kegelisahan merupakan salah satu ekspresi kecemasan Kegelisahan hanya dapat diketahui dari gejala tingkah laku atau gerak-gerik seseorang dalam situasi tertentu. Gejala ini umumnya lain dari biasanya, misalnya berjalan mondar-mandir dalam ruang tertentu sambil menundukkan kepala.
Gambaran umum pada puisi Waktu karya B.Y. Tand ini ialah sikap manusia dalam menghadapi waktu yang serba cepat dalam kehidupan ini. Ternyatamanusia harus memanfaatkan waktu sebaik-baiknya dalam hidup ini untuk mengabdi kepada Tuhan. Dalam menghadapi kehidupan ini manusia akan merasakan kegelisahan. Suatu saat nanti, manusia akan menghadapi kematian sebagai jawaban atas kegelisahannya selama ini. Ungkapan rasa kegelisahan tersebut adalah sebagai berikut.
Bait I, pada larik “//Dalam deras sungaimu/Aku dan waktu berpacu/”, di sana tampak ungkapan perasaan yang parau dan gelisah. Karena manusia dalam puisi tersebut harus berpacu dengan waktu dalam kehidupan yang cepat mengalir seperti derasnya air sungai mengalir. Maka dari itu kegelisahan menyertainya, mampukah ia menggunakan waktu tersebut atau mungkin akan mengikuti berjalannya waktu. Kemudian pada larik “/Mendaki bukit sunyi/Yang kaujanjikan/”, tampak ungkapan gelisah dibalik kemuraman. Pada larik ini manusia dilanda perasaan gelisah karena harus mencari tempat yang jauh dari keramaian untuk bertemu dengan Tuhan.
Bait II, pada larik “//Hiruk pikuk suara/”, terdapat ungkapan resah karena kemungkinan kecil ia bisa bertemu dengan tuhan di tempat yang sepi untuk menghilangkan rasa gelisahnya. Namun rasa itu membuatnya tidak bisa bertemu Tuhan. Kegelisahanitu tampak berkurang saat ia menyadari perjuangan hidupnya pada larik “//Terlempar ke kolam-kolam/Ikan-ikan berenang menimba waktu/Mencari matahari di teluk-teluk pualam/”.
Kemudian pada bait ke III, rasa kegelisahan itu ada dibalik kepasrahannya kepada Tuhan dalam menghadapi maut. Perasaan itu ada dibalik makna larik “//Aku dan waktu berjanji/Akan berhenti pada stasiun terakhir/”. Meskipun ada unsur kepasrahan, namun manusia tetap merasakan kegelisahan kapan ia akan menepati janji tersebut. Dan ia akan terus merasakan kegelisahan tersebut sampai perjanjian tersebut dapat tercapai antara manusia dengan waktu.

2.      Alasan dalam puisi Waktu karya B.Y. Tand terdapat ungkapan rasa kegelisahan
Dalam puisi Waktu karya B.Y. Tand terdapat ungkapan rasa kegelisahan karena dalam puisi tersebut mengandung pokok permasalahan tentang sikap manusia dalam menghadapi waktu yang serba cepat dalam kehidupan ini. Manusia ingin mencari Tuhan melalui pengasingan diri dengan perasaan hati yang muram dan gelisah. Ia ingin menghilangkan perasaan itu dengan cara bertemu Tuhan di tempat yang jauh dari keramaian.
Namun anggapannya selama ini ternyata salah, karena dengan kegelisahan hatinya tersebut membuatnya tidak bisa bertemu dengan Tuhan dan bahkan membuatnya semakin jauh. Seiring dengan ia menjalani kehidupannya, akhirnya ia bisa menemukan obat dari kegelisahannya. Bahkan ia harus membuat janji dengan waktu untuk bisa menghilangkan kegelisahannya dan bertemu dengan Tuhan.
Kegelisahan itu muncul sebagai akibat dari bagaimana manusia mengatur waktu yang dimilikinya. Waktu tersebut diharapkan bisa dimanfaatkan untuk keseimbangan aktivitas dunia dan akhirat. Bahkan bila manusia itu sendiri tidak bisa mengatur waktu yang dimiliki maka ia akan terbawa arus dan terlena oleh waktu itu sendiri. Hal kecil yang berhubungan dengan waktupun akan terasa berharga apabila hal tersebut telah dilalui dengan sia-sia manusia.





D.    Penutup
1.      Ungkapan rasa kegelisahan dalam puisi Waktu karya B.Y. Tand tampak pada larik.
a.       Dalam deras sungaimu, Aku dan waktu berpacu
b.      Mendaki bukit sunyi, Yang kaujanjikan
c.       Hiruk pikuk suara
d.      Terlempar ke kolam-kolam
e.       Ikan-ikan berenang menimba waktu
f.       Mencari matahari di teluk-teluk pualam
g.      Aku dan waktu berjanji, Akan berhenti pada stasiun terakhir
2.      Alasan dalam puisi Waktu karya B.Y. Tand terdapat ungkapan rasa kegelisahan karena pada puisi ini menceritakan sikap manusia dalam menghadapi waktu yang serba cepat. Sikap manusia ini dituangkan dalam bentuk kegelisahan dalam menghadapi lika-liku kehidupan.

Daftar Pustaka
Wahyuningtyas, Sri dan Wijaya Heru Santosa. 2011. Sastra: Teori dan Implementasi. Surakarta: Yuma Pustaka.













Waktu
Karya B.Y. Tand
Dalam deras sungaimu
Aku dan waktu berpacu
Mendaki bukit sunyi
Yang kaujanjikan

Hiruk pikuk suara
Menggapai langit putihmu
Terlempar ke kolam-kolam
Lihat!
Ikan-ikan berenang menimba waktu
Mencari matahari di teluk-teluk pualam
Tetapi tiba-tiba malam menjalannya
Dengan kain sutera
Yang kausimpan di surga

Aku dan waktu berjanji
Akan berhenti pada stasiun terakhir
Kereta senja yang kausediakan
Tak ada percakapan
Kecuali sepi
Sekali-sekali mengetuk pintu

0 comments:

Post a Comment