Tugas Psikolinguistik
Posted by
UNGKAPAN
RASA KEGELISAHAN DALAM PUISI WAKTU
KARYA
B.Y. TAND
Nora
Lufitasari (A310130191)
A.
Pendahuluan
Bahasa
dapat diwujudkan dalam bentuk lisan dan tulis. Sebagian besar orang beranggapan
bahwa bahasa lisan lebih mudah digunakan daripada bahasa tulis. Hal ini
dikarenakan hanya sedikit dari mereka yang suka menulis. Apalagi kaidah-kaidah
dalam memproduksi bahasa lisan lebih sedikit daripada bahasa tulis.
Kemudahan
yang ada dalam bahasa lisan sering kali digunakan sebagai ungkapan berbagai
emosi atau perasaan. Perasaan itu dapat berupa rasa senang, cinta, sedih,
kecewa, benci, galau, khawatir, dan lain sebagainya. Namun perasaan tersebut
juga diungkapkan dalam bahasa tulis bagi sebagian kecil orang.
Namun
kenyataan di atas telah mengalami perubahan. Hal ini dikarenakan semakin
maraknya pengungkapan perasaan dalam berbagai media, terutama media sosial. Banyak
orang yang mengungkapkan perasaannya di sana. Bahkan orang yang tidak suka menulis
atau orang yang jarang berbicara pun bisa mengekspresikan perasaannya disana.
Meskipun
demikian, tidak menutup kemungkinan banyak yang mengungkapkannya melalui karya
sastra. Media ini selain sebagai sarana pengungkapan perasaan juga bisa
dijadikan sarana berkarya. Meskipun sarana ini memiliki banyak kaidah-kaidah
yang mengikatnya, namun masih banyak orang yang menyukai sarana ini. Di dalam
sarana ini ternyata menyediakan banyak bentuk dalam pengungkapan perasaan tersebut
yaitu berupa novel, cerpen, maupun puisi.
Puisi
merupakan salah satu sarana pengungkapan perasaan. Sarana ini dirasa lebih unik
karena di dalamnya menggunakan bahasa yang indah dan sarat akan makna.
Seringkali makna tersebut tersimpan dalam simbol-simbol yang tidak semua orang
mampu menafsirkan, sehingga akan menampilkan sensasi dan menjadi ciri khas dari
puisi tersebut.
Salah
satu puisi yangdijadikan ungkapan perasaan yaitu puisi Waktu karya B.Y. Tand.B.Y. Tand adalah seorang yang bertugas
sebagai Penilik Kebudayaan dan berlatar pendidikan IKIP dan Universitas Islam.
Bertolak dari hal tersebut, B.Y. Tand juga banyak terpengaruh oleh ajaran islam
tentang waktu. Sebagaimana tercantum dalam Alquran surat Al’asr yang berbicara
mengenai waktu. Dengan puisi tersebut, sebenarnya penyair ingin mengungkapkan
perasaannya tentang kehidupan dan waktu.
B.
Rumusan
Masalah
Berdasarkan
latar belakang yang dipaparkan dalam pendahuluan di atas, ada 2 masalah yang
perlu dikaji.
1. Bagaimana
ungkapan rasa kegelisahan dalam puisi Waktu
karya B.Y. Tand?
2. Mengapa
dalam puisi Waktu karya B.Y. Tand
terdapat ungkapanrasa kegelisahan?
C.
Pembahasan
1.
Ungkapan
rasakegelisahan dalam puisi Waktu
karya B.Y. Tand
Kata ungkapan menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah kata
atau kelompok kata yang menyatakan makna khusus. Kata atau kelompok kata
tersebut kemudian digunakan untuk menyatakan berbagai macam perasaan. Makna khusus
yang terdapat dalam perasaan biasanya tersirat dalam perasaan yang akan diungkapkan.
Kegelisahan merupakan
bentuk perasaan gelisah, cemas, resah, khawatir
pada suatu hal. Dewasa ini rasa kegelisahan sering disebut dengan kata “galau”.
Bagi kalangan remaja sekarang kata tersebut sangat akrab. Perasaan ini biasanya
diperkuat dengan suasana sedih, parau, dan gundah. Kegelisahan merupakan salah
satu ekspresi kecemasan Kegelisahan hanya dapat diketahui dari gejala tingkah
laku atau gerak-gerik seseorang dalam situasi tertentu. Gejala ini umumnya lain
dari biasanya, misalnya berjalan mondar-mandir dalam ruang tertentu sambil
menundukkan kepala.
Gambaran umum pada puisi Waktu karya B.Y. Tand ini ialah sikap
manusia dalam menghadapi waktu yang serba cepat dalam kehidupan ini.
Ternyatamanusia harus memanfaatkan waktu sebaik-baiknya dalam hidup ini untuk
mengabdi kepada Tuhan. Dalam menghadapi kehidupan ini manusia akan merasakan
kegelisahan. Suatu saat nanti, manusia akan menghadapi kematian sebagai jawaban
atas kegelisahannya selama ini. Ungkapan rasa kegelisahan tersebut adalah
sebagai berikut.
Bait I, pada larik
“//Dalam deras sungaimu/Aku dan waktu berpacu/”, di sana tampak ungkapan
perasaan yang parau dan gelisah. Karena manusia dalam puisi tersebut harus
berpacu dengan waktu dalam kehidupan yang cepat mengalir seperti derasnya air
sungai mengalir. Maka dari itu kegelisahan menyertainya, mampukah ia
menggunakan waktu tersebut atau mungkin akan mengikuti berjalannya waktu.
Kemudian pada larik “/Mendaki bukit sunyi/Yang kaujanjikan/”, tampak ungkapan
gelisah dibalik kemuraman. Pada larik ini manusia dilanda perasaan gelisah
karena harus mencari tempat yang jauh dari keramaian untuk bertemu dengan
Tuhan.
Bait II, pada
larik “//Hiruk pikuk suara/”, terdapat ungkapan resah karena kemungkinan kecil
ia bisa bertemu dengan tuhan di tempat yang sepi untuk menghilangkan rasa
gelisahnya. Namun rasa itu membuatnya tidak bisa bertemu Tuhan. Kegelisahanitu
tampak berkurang saat ia menyadari perjuangan hidupnya pada larik “//Terlempar
ke kolam-kolam/Ikan-ikan berenang menimba waktu/Mencari matahari di teluk-teluk
pualam/”.
Kemudian pada
bait ke III, rasa kegelisahan itu ada dibalik kepasrahannya kepada Tuhan dalam
menghadapi maut. Perasaan itu ada dibalik makna larik “//Aku dan waktu
berjanji/Akan berhenti pada stasiun terakhir/”. Meskipun ada unsur kepasrahan,
namun manusia tetap merasakan kegelisahan kapan ia akan menepati janji
tersebut. Dan ia akan terus merasakan kegelisahan tersebut sampai perjanjian
tersebut dapat tercapai antara manusia dengan waktu.
2.
Alasan
dalam puisi Waktu karya B.Y. Tand
terdapat ungkapan rasa kegelisahan
Dalam
puisi Waktu karya B.Y. Tand terdapat
ungkapan rasa kegelisahan karena dalam puisi tersebut mengandung pokok
permasalahan tentang sikap manusia dalam menghadapi waktu yang serba cepat
dalam kehidupan ini. Manusia ingin mencari Tuhan melalui pengasingan diri
dengan perasaan hati yang muram dan gelisah. Ia ingin menghilangkan perasaan
itu dengan cara bertemu Tuhan di tempat yang jauh dari keramaian.
Namun
anggapannya selama ini ternyata salah, karena dengan kegelisahan hatinya
tersebut membuatnya tidak bisa bertemu dengan Tuhan dan bahkan membuatnya
semakin jauh. Seiring dengan ia menjalani kehidupannya, akhirnya ia bisa
menemukan obat dari kegelisahannya. Bahkan ia harus membuat janji dengan waktu
untuk bisa menghilangkan kegelisahannya dan bertemu dengan Tuhan.
Kegelisahan
itu muncul sebagai akibat dari bagaimana manusia mengatur waktu yang
dimilikinya. Waktu tersebut diharapkan bisa dimanfaatkan untuk keseimbangan
aktivitas dunia dan akhirat. Bahkan bila manusia itu sendiri tidak bisa
mengatur waktu yang dimiliki maka ia akan terbawa arus dan terlena oleh waktu
itu sendiri. Hal kecil yang berhubungan dengan waktupun akan terasa berharga
apabila hal tersebut telah dilalui dengan sia-sia manusia.
D.
Penutup
1. Ungkapan
rasa kegelisahan dalam puisi Waktu
karya B.Y. Tand tampak pada larik.
a. Dalam
deras sungaimu, Aku dan waktu berpacu
b. Mendaki
bukit sunyi, Yang kaujanjikan
c. Hiruk
pikuk suara
d. Terlempar
ke kolam-kolam
e. Ikan-ikan
berenang menimba waktu
f. Mencari
matahari di teluk-teluk pualam
g. Aku
dan waktu berjanji, Akan berhenti pada stasiun terakhir
2. Alasan
dalam puisi Waktu karya B.Y. Tand
terdapat ungkapan rasa kegelisahan karena pada puisi ini menceritakan sikap
manusia dalam menghadapi waktu yang serba cepat. Sikap manusia ini dituangkan
dalam bentuk kegelisahan dalam menghadapi lika-liku kehidupan.
Daftar Pustaka
Wahyuningtyas,
Sri dan Wijaya Heru Santosa. 2011. Sastra:
Teori dan Implementasi. Surakarta: Yuma Pustaka.
Waktu
Karya B.Y. Tand
Dalam deras
sungaimu
Aku dan waktu
berpacu
Mendaki bukit
sunyi
Yang kaujanjikan
Hiruk pikuk
suara
Menggapai langit
putihmu
Terlempar ke
kolam-kolam
Lihat!
Ikan-ikan
berenang menimba waktu
Mencari matahari
di teluk-teluk pualam
Tetapi tiba-tiba
malam menjalannya
Dengan kain
sutera
Yang kausimpan
di surga
Aku dan waktu
berjanji
Akan berhenti
pada stasiun terakhir
Kereta senja
yang kausediakan
Tak ada
percakapan
Kecuali sepi


0 comments:
Post a Comment