- See more at: http://blog-rangga.blogspot.com/2013/01/cara-mudah-pasang-gambar-dan-animasi.html#sthash.pfXeksQT.dpuf

Sinopsis Seharusnya Berjudul Celana Dalam 2014

Posted by Farida

Farida Asmarani
Sinopsis Cerpen
Seharusnya Berjudul Celana Dalam
            Cerpen ini menceritakan seorang pembantu asal Indonesia yang bekerja di Hongkong, Sundari namanya, ia memiliki majikan yang sering dipanggil Mam. Pagi itu saat Sundari hendak mencuci pakaian-pakaian kotor, terdengar suara Mam memanggil, “Cundaliii!!!. Ketika dipanggil lengkap seperti itu, pasti ada sesuatu yang salah pada dirinya.
Dugaan Sundari pun benar kalau ada yang tidak beres, dan celana dalam penyebabnya. Di dalam laci celana dalam Mam terdapat celana dalam merah dengan renda-renda di samping kanan dan kirinya. Mam merasa tidak pernah memiliki celana dalam tersebut. Mam pun mengira itu celana dalam Sundari, akan tetapi fisik Sundari yang tidak memungkinkannya. Ia pun berpikir kalau suaminya selingkuh.
Mendengar kenyataan tersebut, Mam menampakkan wajah muramnya hingga menangis sejadi-jadinya. Akhirnya Sundari dipulangkan, ia pun pasrah menerimanya kenyataan pahit tersebut. Sundari pun menyadari kalau celana dalam yang diributkan Mam itu, milik kamar apartemen atas yang jatuh saat di jemur di Balkon. Saat ia bertemu Marni di bandara, Marni yang bekerja sebagai pembantu di apartemen atas juga dipulangkan. Sundari dan Marni dipulangkan karena celana dalam.

Sinopsis Drama" Perang " 2014

Posted by Farida



Nama   : Farida Asmarani
NIM    : A310130194/ 3 D

Sinopsis Drama
Perang
Karya:  Puntung CM Pudjadi
Drama ini menceritakan tentang adanya kabar bahwa akan terjadi perang di Desa Suka-suka. Desa ini pada awalnya merupakan desa yang tenteram, aman, dan damai. Namun pada suatu ketika desa tersebut didatangi oleh dua orang surodadu, surodadu tersebut kemudian menemui kepala desa untuk memberitahukan kabar bahwa Desa Suka-suka akan diserang oleh sekelompok orang. Kedua surodadu tersebut mengaku bahwa mereka dikirim oleh pemerintah pusat untuk melatih dan menyiapkan pasukan untuk melawan musuh. Dengan berbagai pertimbangan kepala desa pun menyetujui tawaran tersebut dan meminta para warganya untuk ikut berpartisipasi dalam pelatihan tersebut khususnya untuk para pemudanya.
Esok harinya terdengar suara aba-aba dan derap sepatu para pemuda yang mulai berlatih dengan membawa senjata. Dua tahun berlalu, musuh yang dinanti-nanti pun belum juga datang. Latihan dan terus latihan, akhirnya istri kepala desa pun merasa jengkel karena anggaran yang diberikan sudah mulai menipis sementara kedua surodadu belum memberikan kepastian yang jelas kapan musuh itu akan datang.
Hari demi hari pun telah mereka lalui untuk berlatih, para istri pemuda itu pun juga merasa jengkel karena para suaminya sibuk dengan latihan yang tidak jelas. Istri kepala desa sudah habis kesabarannya dan sadar bahwa selama ini ia telah dibodohi oleh kedua surodadu tersebut. Hingga akhirnya istri kepala desa menggerakkan para istri para pemuda tersebut untuk menghentikan latihan itu tersebut. Para pemuda itu pun mulai sadar bahwa musuh yang selama ini mereka nanti-nanti itu adalah para istri-istri mereka sendiri.

Makalah KTSP 2014

Posted by Farida





Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP)

Makalah Ini Disusun Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Dasar-Dasar Kurikulum
Pengampu : Subekti, S.Pd.M. Pd.



Disusun Oleh :
1.      Ratih .K                                  (A310130126/3E)
2.      Mr. Adam Awae                     (A310130192/3E)
3.      Farida Asmarani                      (A310130194/3E)
4.      Doni Kurniawan M.                (A310130196/3E)
5.      Adi Khoiri                               (A310130197/3E)

PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA
2014
KATA PENGANTAR

Segala puji bagi Allah Swt, yang senantiasa melimpahkan Rohman dan Rohim-Nya kepada penulis hingga dapat menyelesaikan makalah ini dengan tepat waktu yang direncanakan. Shalawat dan salam semoga selalu tercurah kepada junjungan alam Nabi Muhammad SAW, kepada keluarganya, para sahabatnya, serta para pengikutnya hingga akhir zaman.
Makalah  ini berjudul “KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN (KTSP)”.  Makalah ini disusun untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Dasar-Dasar Kurikulum
Sejak awal sampai selesainya malakah ini, tidak terlepas dari bantuan berbagai pihak.  Penulis  menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu tegur sapa dari para pembaca yang sifatnya kritik membangun akan penulis terima demi perbaikan makalah selanjutnya. Penulis berharap mudah-mudahan makalah ini dapat bermanfaat bagi semua orang khususnya bagi para pendidik.           



Surakarta, 02 Desember 2014

Penulis,



DAFTAR ISI
i
 ii
 iii
1
1
1
2
3
2
4
6
7
7
8
10
12
12
12
13

HALAMAN JUDUL…………………………………………………............
KATA PENGANTAR………………………………………………….........
DAFTAR ISI ……………………………………………………………......
BAB I PENDAHULUAN...............................................................................
A.    Latar Belakang...……………………..................….......................
B.     Rumusan Masalah………………………………………...............
C.     Tujuan Penulisan…………………………………………..............
BAB II PEMBAHASAN.................................................................................
1.       Pengertian dari KTSP....................................................................
2.      Komponen-komponen KTSP.........................................................
3.      Prinsip-Prinsip Pengembangan KTSP............................................
4.      Ciri-ciri Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP)...............
5.      Kelebihan dan kekurangan KTSP bagi pendidikan.......................
6.      Tujuan dari KTSP...........................................................................
7.      Perbedaan KTSP dengan Kurikulum 2013....................................
BAB III PENUTUP..........................................................................................
A.    Simpulan…....………………………………………......................
B.     Saran……………….……………………………..........................
DAFTAR PUSTAKA………………....…………………............................








BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar  Belakang
Dalam proses pendidikan, kurikulum merupakan alat untuk mencapai tujuan pendidikan. Tanpa kurikulum yang sesuai dan tepat akan sulit untuk mencapai tujuan dan sasaran pendidikan yang diinginkan. Sebagai alat yang penting untuk mencapai tujuan, kurikulum hendaknya adaptif terhadap perubahan zaman dan kemajuan ilmu pengetahuan serta canggihnya teknologi.
Pengembangan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) yang beragam mengacu pada standar nasional pendidikan untuk menjamin pencapaian tujuan pendidikan nasional.Standar nasional pendidikan terdiri atas standar isi, proses, kompetensi lulusan, tenaga kependidikan, sarana dan prasarana, pengelolaan, pembiayaan dan penilaian pendidikan. Dua dari kedelapan standar nasional pendidikan tersebut, yaitu Standar Isi (SI) dan Standar Kompetensi Lulusan (SKL) merupakan acuan utama bagi satuan pendidikan dalam mengembangkan kurikulum.

B.     Rumusan Masalah
1.    Apa pengertian dari KTSP?
2.    Apa komponen-komponen KTSP?
3.    Apa Prinsip-Prinsip Pengembangan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP)?
4.    Apa ciri-ciri Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP)?
5.    Apa Kelebihan dan kekurangan Kurikulum Tingakat Satuan Pendidikan (KTSP) bagi pendidikan?
6.    Apa tujuan dari KTSP?
7.    Apa perbedaan kurikulum KTSP dengan kurikuum 2013?


A.    Tujuan Makalah
1.      Untuk mengetahui pengertian dari KTSP
2.      Untuk mengetahui komponen-komponen KTSP
3.      Dapat Mengetahuai prinsip-prinsip pengembangan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP)
4.      Dapat mengetahui ciri-ciri Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP)
5.      Dapat mengetahui kelebihan dan kekurangan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP)
6.      Untuk mengetahui tujuan dari KTSP
7.      Dapat mengetahui perbedaan kurikulum KTSP dengan kurikuum 2013




















BAB II
PEMBAHASAN

A.    Pengertian KTSP
KTSP merupakan singkatan dari Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan, yang dikembangkan sesuai dengan satuan pendidikan, potensi dan karakteristik sekolah/ daerah, sosial budaya masyarakat setempat, dan karakteristik peserta didik. Sekolah dan komite sekolah mengembangkan kurikulum tingkat satuan pendidikan dan silabus berdasarkan kerangka dasar kurukulum dan standar kompetensi lulusan, di bawah supervisi dinas kabupaten/kota yang bertugas di bidang pendidikan.
KTSP merupakan upaya untuk menyempurnakan kuriklum agar lebih familiar dengan guru, karena mereka banyak dilibatkan diharapkan memiliki tanggungjawab yang memadai. Penyempurnaan kurikulum yang berkelanjutan merupakan keharusan agar sistam pendidikan nasional selalu relevan dan kompetitif.
KTSP mempunyai beberapa landasan, landasan tersebut adalah :
a. UU No.20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional
b. PP No. 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan
c. Permendiknas No. 22/2006 tentang Standar Isi
d. Permendiknas No. 23/2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan
e. Permendiknas No. 24/2006 tentang pelaksanaan Permendiknas No. 22 dan 23/2006

B.     Komponen-komponen KTSP
Komponen-komponen KTSP adalah :
1.      Tujuan pendidikan tingkat satuan pendidikan
Tujuan pendidikan tingkat satuan pendidikan adalah tahapan atau langkah untuk mewujudkan visi sekolah dalam jangka waktu tertentu. Tujuan tingkat satuan pendidikan merupakan rumusan mengenai apa yang diinginkan pada kurun waktu tertentu.
·         Tujuan Mengacu kepada tujuan umum pendidikan berikut:
    • Tujuan pendidikan dasar adalah meletakan dasar kecerdasan, pengetahuan,kepribadian,ahlak mulia,serta keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut.
    • Tujuan pendidikan menengah adalah meningkatkan kecerdasan, pengetahuan, kepribadian, ahlak mulia, serta keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut.
    • Tujuan pendidikan menengah kejuruan adalah meningkatkan kecerdasan,pengetahuan, kepribadian, ahlak mulia, serta keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut sesuai dengan kejuruannya.
2.      Struktur dan muatan kurikulum (berisi mata pelajaran, muatan lokal, pengembangan diri, pengaturan beban belajaran, kriteria ketuntasan belajar, ketentuan mengenai kenaikan kelas dan kelulusan, pendidikan kecakapan hidup, pendidikan berbasis lokal dan global)
o       Struktur KTSP pada jenjang pendidikan dasar dan menengah tertuang dalam Standar Isi, yg dikembangkan dari kelompok mata pelajaran sbb.
1.      Agama dan ahlak mulia
2.      Kewarganegaraan dan kepribadian
3.      Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
4.      Estetika
5.      Jasmani, olahraga dan kesehatan
o       Muatan KTSP meliputi sejumlah mata pelajaran yg keluasan dan kedalamannya merupakan beban belajar bagi peserta didik pada satuan pendidikan. Di samping itu materi muatan lokal dan kegiatan pengembangan diri termasuk ke dalam isi kurikulum.
·        Mata pelajaran
·        Muatan lokal
·        Kegiatan Pengembangan diri
·        Pengaturan beban belajar
·        Kenaikan Kelas, Penjurusan, dan kelulusan
·        Pendidikan kecakapan Hidup
·        Pendidikan berbasis Keunggulan Lokal dan Global
3.      Kalender pendidikan
Satuan pendidikan dpt menyusun kalender pendidikan sesuai dng kebutuhan daerah, karakteristik sekolah, kebutuhan peserta didik dan masyarakat, dengan memperhatikan kalender pendidikan sebagaimana tercantum dalam Standar Isi.
4.      Lampiran-lampiran (yaitu program tahunan, program semester, silabus, RPP, SK dan KD mulok, program pengembangan diri, dan perangkat lainnya, misalnya pemetaan KD atau indikator).
·         KTSP dapat disusun dengan kerangka berikut :
o      Bab I Pendahuluan (yang berisi rasional, landasan, dan tujuan)
o      Bab II. Tujuan Pendidikan Tingkat Satuan Pendidikan (yang berisi visi, misi, dan  tujuan)
o      Bab III. Struktur dan Muatan Kurikulum
o      Bab IV. Kalender Pendidikan
o      Bab V. Penutup
o      Lampiran-lampiran (yaitu program tahunan, program semester, silabus, RPP, SK dan KD mulok, program pengembangan diri, dan perangkat lainnya, misalnya pemetaan KD atau indikator).

C.     Prinsip-Prinsip Pengembangan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP)
Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) dikembangkan sesuai dengan relevansinya oleh setiap kelompok atau satuan pendidikan di bawah koordinasi dan supervisi dinas pendidikan atau kantor Departemen Agama Kabupaten/Kota untuk pendidikan dasar dan provinsi untuk pendidikan menengah. Pengembangan KTSP mengacu pada SI dan SKL dan berpedoman pada panduan penyusunan kurikulum yang disusun oleh BSNP, serta memperhatikan pertimbangan komite sekolah/madrasah. Penyusunan KTSP untuk pendidikan khusus dikoordinasi dan disupervisi oleh dinas pendidikan provinsi, dan berpedoman pada SI dan SKL serta panduan penyusunan kurikulum yang disusun oleh BSNP .
Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) dikembangkan berdasarkan prinsip-prinsip sebagai berikut:
a.         Berpusat pada potensi, perkembangan, kebutuhan, dan kepentingan peserta didik dan lingkungannya.
b.          Beragam dan terpadu.
c.         Tanggap terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni.
d.        Relevan dengan kebutuhan kehidupan.
e.         Menyeluruh dan berkesinambungan.
f.          Belajar sepanjang hayat.
g.         Seimbang antara kepentingan nasional dan kepentingan daerah.



D.    Ciri-ciri Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP)
Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) yang pada dasarnya merupakan aplikasi Kurikulum Berbasis Kompetensi (Kurikulum 2004) di Tingkat Satuan Pendidikan, sebagai suatu konsep dan sekaligus sebagai sebuah program, Siskandar (2003) memiliki ciri-ciri:
a.       Menekankan pada ketercapaian siswa baik secara individual maupun klasikal;
b.      Berorientasi pada hasil dan keberagaman;
c.       Penyampaian dalam pembelajaran menggunakan pendekatan dan metode yang bervariasi;
d.      Sumber belajar bukan hanya guru tetapi sumber belajar lainnya yang memenuhi unsur edukatif;
e.       Penilaian menekankan pada proses dan hasil belajar dalam upaya penguasaan suatu kompetensi.

E.     Kelebihan Dan Kekurangan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP)
a.       Kelebihan
1)   Mendorong terwujudnya otonomi sekolah dalam penyelenggaraan pendidikan.
2)   Mendorong para guru, kepala sekolah, dan pihak manajemen sekolah untuk semakin meningkatkan kreativitasnya dalam penyelenggaraan program-program pendidikan.
3)   KTSP memungkinkan bagi setiap sekolah untuk menitikberatkan dan mengembangkan mata pelajaran tertentu yang aspektabel bagi kebutuhan siswa.
4)   KTSP akan mengurangi beban belajar siswa yang sangat padat dan memberatkan kurang lebih 20%.
5)   KTSP memberikan peluang yang lebih luas kepada sekolah-sekolah plus untuk mengembangkan kurikulum sesuai dengan kebutuhan.
b.       Kekurangan
1)   Kurangnya SDM yang diharapkan mampu menjabarkan KTSP pada kebanyakan satuan pendidikan yang ada
2)   Kurangnya ketersediaan sarana dan prasarana pendikung sebagai kelengkapan dari pelaksanaan KTSP
3)   Masih banyak guru yang belum memahami KTSP secara Komprehensif baik konsepnya, penyusunanya maupun prakteknya di lapangan
4)   Penerapan KTSP yang merokomendasikan pengurangan jam pelajaran akan berdampak berkurangnya pendapatan guru.
F.      Tujuan KTSP
Secara umum tujuan diterapkannya KTSP adalah untuk mendirikan dan memberdayakan satuan pendidikan melalui pemberikan kewenangan (otonomi) kepada lembaga pendidikan dan mendorong sekolah tnuk melakukan  pengambilan keputusan secara partisipatif dalam pengembangan kurikulum.
1.         Secara khusus tujuan diterapkanya KTSP adalah untuk:
a)    Meningkatkan mutu pendidikan melalui kemandirian dan inisiatif sekolah dalam mengembangkan kurikulum, mengelola dan memberdayakan sumber daya yang tersedia.
b)   Meningkatkan kepedulian warga sekolah dan masyarakat dalam pengembangan kurikulum melalui pengambilan keputusan bersama.
c)    Menignkatkan kompetensi yang sehat antar satuan pendidikan tentang kualitas pendidikan yang akan dicapai.

2.         Memahami tujuan di atas, KTSP dapat dipandang sebagai suatu pola pendekatan baru dalam pengembangan kurikulum dalam konteks otonomi daerah yang sedang digulirkan dewasa ini. Oleh karena itu, KTSP perlu dterapkan oleh setiap satuan pendidikan, terutama berkaitan dengan tujuan hal sebagai berikut:
a)    Sekolah lebih mengetahui kekuatan, kelamahan, peluang, dan ancaman bagi dirinya sehingga dia dapat mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya yang tersedia untuk memajukan lembaganya
b)   Sekolah lebih mengetahui kebutuhan lembaganya, khususnya input pendidikan yang akan dikembangkan dan didayagunakan dalam proses pendidikan sesuai dengan tingkat perkembangan dan kebutuhan peserta didik.
c)    Pengambilan keputusan yang dilakukan oleh sekolah lebih cocok untuk memenuhi kebutuhan sekolah karena pihak sekolahlah yang paling tahu apa yagn terbaik bagi sekolahnya.
d)   Keterlibatan semua warga sekolah dan masyarakat dalam pengembangan kurikulum menciptakan transparasi dan demokrasi yang sehat, serta lebih efisien dan efektif bilamana dikontrol oleh masyarakat setempat.
e)    Sekolah dapat bertanggungjawab tentang mutu pendidikan masing-masing kepada pemerintah, orang tua peserta didik, dan masyarakat pada umumnya, sehingga dia akan berupaya semaksimal mungkin untuk melaksanakan dan mencapai sasaran KTSP.
f)    Sekolah dapat melakukan persaingan yagn sehat dengan sekolah lain untuk meningkatkan mutu pendidikan melalui upaya inovatif dengan dukungan orang tua peserta didik, masyarakat dan pemerintah daerah setempat.
g)   Sekolah dapat secara cepat merespon aspirasi masyarakat dan lingkungan yang berubah    dengan cepat, serta mengakomodasinya dalam KTSP.

G.    Perbedaan Struktur Kurikulum 2013 dan KTSP
Muatan kurikulum meliputi sejumlah mata pelajaran yang ditempuh dalam satu jenjang pendidikan. Dalam Kurikulum sekarang (KTSP), materi muatan lokal dan kegiatan pengembangan diri merupakan bagian dari muatan kurikulum. Misal, untuk kurikulum SMP dan MTs, terdiri dari 10 mata pelajaran, muatan lokal, dan pengembangan diri yang harus diberikan kepada peserta didik.
Pada Kurikulum 2013 nanti, ada perubahan mendasar dibanding kurikulum sekarang, yaitu antara lain :
Inilah perbedaan esensial antara KTSP dan kurikulum 2013.
No
KTSP
Kurikulum 2013
1
Mata pelajaran tertentu mendukung kompetensi tertentu
Tiap mata pelajaran mendukung semua kompetensi (Sikap, Keteampilan, Pengetahuan)
2
Mata pelajaran dirancang berdiri sendiri dan memiliki kompetensi dasar sendiri
Mata pelajaran dirancang terkait satu dengan yang lain dan memiliki kompetensi  dasar yang diikat oleh kompetensi inti tiap kelas
3
Bahasa Indonesia sejajar dengan mapel lain
Bahasa Indonesia sebagai penghela mapel lain (sikap dan keterampilan berbahasa)
4
Tiap mata pelajaran diajarkan dengan pendekatan berbeda
Semua mata pelajaran diajarkan dengan pendekatan yang sama (saintifik) melalui mengamati, menanya, mencoba, menalar…
5
Tiap jenis konten pembelajaran diajarkan terpisah
Bermacam jenis konten pembelajaran diajarkan terkait dan terpadu satu sama lainKonten ilmu pengetahuan diintegrasikan dan dijadikan penggerak konten pembelajaran lainnya
6
Tematik untuk kelas I-III (belum integratif)
Tematik integratif untuk kelas I-III
7
TIK mata pelajaran sendiri
TIK merupakan sarana pembelajaran, dipergunakan sebagai media pembelajaran mata pelajaran lain
8
Bahasa Indonesia sebagai pengetahuan
Bahasa Indonesia sebagai alat komunikasi dan carrier of knowledge
9
Untuk SMA ada penjurusan sejak kelas XI
Tidak ada penjurusan SMA. Ada mata pelajaran wajib, peminatan, antar minat, dan pendalaman minat
10
SMA dan SMK tanpa kesamaan kompetensi
SMA dan SMK memiliki mata pelajaran wajib yang sama terkait dasar-dasar pengetahuan, keterampilan dan sikap.
11
Penjurusan di SMK sangat detil










Penjurusan di SMK tidak terlalu detil sampai bidang studi, didalamnya terdapat pengelompokkan peminatan dan pendalaman


















BAB III
PENUTUP

A.Simpulan
KTSP merupakan kurikulum operasional yang disusun dan dilaksanakan oleh masing-masing satuan pendidikan dengan memperhatikan dan berdasarkan standar kompetensi dan kompetansi dasar yang dikembangkan oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP). Pengembangan KTSP diserahkan kepada para pelaksana pendidikan (guru, kepala sekolah, komite sekolah, dan dewan sekolah) untuk mengembangkan berbagai kompetensi pendidikan (pengetahuan, keterampilan dan sikap) pada setiap satuan pendidikan di sekolah dan daerah masing-masing.

B.  Saran
Semoga dengan makalah ini pembaca khususnya pendidik atau calon pendidik bisa memahami secara dalam dan luas tentang kurikulum KTSP ini agar ketika pelaksanaan di sekolah pembelajaran bisa berjalan dengan lancar tanpa ada hambatan karena kurangnya pengetahuan masalah KTSP.




DAFTAR PUSTAKA

Tutik. 2011. “Kurikulum”, (file:///E:/New%20folder/makalah%20kurikulum%20 KTSP%20_%20Tutik%20Agrisia.htm,  diakses Rabu 03 Desember 2014 jam 10.30).


Rizky. 2012. “Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikaan”, (http://rizkyrestafauzis. blogspot.com/2012/11/makalah-kurikulum-tingkat-satuan.html,  diakses Rabu 03 Desember 2014 jam 10.30).


Haryati, Mimin. 2013. Model dan Teknik Penilaian pada KTSP. Jakarta: Ciputat Mega Mall.