Analisis Puisi
Posted by
Makalah
ini Disusun untuk Memenuhi Tugas Akhir Mata Kuliah
Pengkajian
Puisi
Dosen
Pengampu: Adyana Sunanda, M.Pd
Disusun
Oleh:
Nora
Lufitasari A310130191
PENDIDIKAN
BAHASA DAN SASTRA INDONESIA
FAKULTAS
KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS
MUHAMMADIYAH SURAKARTA
2015
KATA
PENGANTAR
Puji syukur kehadirat Allah swt yang telah melimpahkan
rahmat dan hidayah-Nya, karena penyusun telah menyelesaikan makalah yang berjudul ”Analisis
Puisi Pertemuan Karya Hilmi Akmal
dengan Pendekatan Struktural dan Semiotik”ini dengan baik.
Penyusunan makalah ini bukan hanya doa semata, namun
tidak terlepas dari bantuan berbagai pihak guna penyelesaiannya. Dalam
penyusunan makalah ini juga banyak mendapat bantuan dan bimbingan sehingga hal
itu sangat membantu penyelesaian makalah ini. Oleh karena itu, dalam kesempatan
ini penyusun mengucapkan terima kasih kepada pihak-pihak yang telah membantu.
Dengan segala kerendahan hati penyusun selalu menanti
segala kritik dan saran yang membangun dari pembaca. Semoga makalah ini
bermanfaat dalam berbagai bidang dan dapat digunakan sebagai sumbangan pikiran
untuk masa yang akan datang.
Surakarta, Juni 2015
Penyusun
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL .......................................................................................... i
KATA PENGANTAR........................................................................................ ii
DAFTAR ISI..................................................................................................... iii
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang.................................................................................... 1
B. Rumusan Masalah............................................................................... 2
C. Tujuan................................................................................................. 2
D. Manfaat............................................................................................... 2
BAB II PEMBAHASAN
A. Analisis
Berdasarkan Pendekatan Struktural.................................... 3
B. Analisis
Berdasarkan Pendekatan Semiotik...................................... 6
BAB III PENUTUP
A. Simpulan............................................................................................. 9
B. Saran................................................................................................... 9
DAFTAR PUSTAKA....................................................................................... 10
LAMPIRAN
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar
Belakang
Karya sastra merupakan sebuah struktur
yang kompleks. Pengertian struktur menunjuk pada susunan atau tata urutan
unsur-unsur yang saling berhubungan antara bagian yang satu dengan bagian yang
lain. Unsur ini adalah ide dan emosi yang dituangkan sedangkan unsur bentuk
adalah semua elemen linguis yang dipakai untuk menuangkan isi ke dalam unsur
fakta cerita, sarana cerita, dan tema sastra (Wellek dan Warren, 1990:140).
Analisis strukturalisme merupakan
prioritas utama sebelum diterapkannya analisis yang lain. Tanpa analisis
tersebut, kebulatan makna yang digali dari karya tersebut tidak dapat
ditangkap. Makna unsur-unsur karya sastra hanya dapat ditangkap, dinilai, dan dipahami
sepenuhnya atas dasar pemahaman tempat dan fungsi unsur itu di dalam
keseluruhan karya sastra.Dalam analisis semiotik kesastraan, pemahaman, dan
penerapan konsep ikonisitas tampaknya memberikan sumbangan yang cukup berarti.
Hal ini dikarenakan semiotik erat kaitannya dengan strukturalisme. Analisis ini
dapat dimulai dengan mengkaji kebahasaan dengan menggunakan tataran-tataran
dalam linguistik.
Makalah ini akan menganalisis puisi Pertemuan karya Hilmi Akmaldari dua
pendekatan yaitu struktural dan semiotik. Apasaja unsur-unsur yang ada dalam
puisi tersebut akan dianalisis dengan pendekatan struktural. Kemudian tanda
serta simbol yang ada akan dianalisis dengan pendekatan semiotik. Kedua
pendekatan ini akan saling berkaitan untuk menemukan makna yang terkandung
dalam puisi tersebut.
B.
Rumusan
Masalah
Berdasarkan latar
belakang di atas, ada dua masalah yang perlu dikaji.
1. Bagaimanakah
analisis puisi Pertemuan berdasarkan
pendekatan struktural?
2. Bagaimanakah
analisis puisi Pertemuan berdasarkan
pendekatan semiotik?
C.
Tujuan
Berdasarkan
rumusan masalah di atas, ada dua tujuan yang ingin dicapai.
1.
Untuk
mendeskripsikan analisis yang terdapat dalam puisi Pertemuan berdasarkan pendekatan struktural.
2.
Untuk
mendeskripsikan analisis yang terdapat dalam puisi Pertemuanberdasarkan pendekatan struktural.
D.
Manfaat
Berdasarkan tujuan di
atas, ada dua manfaat yang ingin diperoleh dari kegiatan menganalisis puisi
ini.
1. Menambah
pengetahuan mengenai cara menganalisis puisi baik untuk penulis maupun pembaca.
2. Meningkatkan
kemampuan dalam menganalisis puisi baik untuk penulis maupun pembaca.
BAB II
PEMBAHASAN
A.
Analisis
Berdasarkan Pendekatan Struktural
1.
Teori
Strukturalisme
Pendekatan struktural dipelopori
oleh kaum Formalis Rusia dan strukturalisme Praha. Studi lingustik tidak lagi
ditekankan pada sejarah perkembangannya, melainkan pada hubungan antar
unsurnya. Sebuah karya sastra menurut kaum strukturalisme adalah sebuah totalitas
yang dibangun secara koherensif oleh berbagai unsur pembangunnya. Di satu
pihak, struktur karya sastra dapat diartikan sebagai susunan, penegasan, dan
gambaran semua bahan dan bagian yang menjadi komponennya yang secara bersama
membentuk kebulatan yang indah (Abrams dalam Nurgiyantoro, 2013: 57).
Analisis struktural karya sastra,
yang dalam hal ini puisi, dapat dilakukan dengan mengidentifikasi, mengkaji,
dan mendiskripsikan fungsi hubungan antar unsur intrinsik puisi yang
bersangkutan. Analisis struktural tak cukup dilakukan hanya sekedar mendata
unsur-unsur tertentu sebuah puisi, misalnya diksi, pencitraan, kata konkret dan
lain-lain. Namun yang lebih penting adalah menunjukkan bagaimana hubungan antar
unsur itu, dan tujuan estetik serta makna keseluruhan yang ingin dicapai.
2.
Analisis
Puisi
a.
Metode
Puisi (Unsur Fisik)
1)
Diksi
(diction)
Diksi
merupakan pilihan kata yang dilakukan penyair dengan cermat, teliti, dan
seselektif mungkin. Diksi yang terdapat dalam puisi Pertemuan banyak menggunakan kata-kata yang berkaitan dengan menasbihkan, api,
membakar, air, tak terbatas, merindu, alir, tanah, akar, pembuluh,
urat-urat, reranting, dedaun, bebunga, waktu, belatang, angin, hilang
2)
Citraan
atau daya bayang (Imagery)
Citraan
atau daya bayang merupakan gambaran angan yang timbul akibat penggunaan diksi
yang ketat sehingga anganan pembaca menjadi hidup.
a) Citraan
pendengaran
-
Menasbihkan namamu
b) Citraan
Perasa
-
Mencintai namamu
-
Seperti air yang merindu alir
c) Citraan
Penglihatan
-
Seperti api yang membakar air
-
Mula-mula masuk tanah
-
Dalam namamu, Kulihat namaku
-
Hilang
3)
Kata
konkret (the concrete word)
Kata
konkret merupakan kata-kata yang secara denotatif sama, tetapi secara konotatif
berbeda menurut kondisi dan situasi pemakaiannya.
a) Kata
Menasbihkan,lebihbisamewakilisuatukeadaanpenghambaan
seseorang daripada kata menyebutkan, dan untuk ukuran dalam hal religius kata
tersebut lebih halus.
b) Kata
membakardipilihkarenamerupakan simbol
semangat yang membara dan memiliki ketegasan.
4)
Pigura
Bahasa (figurative language)
Pigura
bahasa merupakan susunan perkataan yang terjadi karena perasaan yang tumbuh
dalam hati penulis. Pigura bahasa yang terdapat dalam puisi tersebut yaitu:
a) Personifikasi
-
Seperti air yang merindu alir
b) Hiperbola
-
Seperti api yang membakar air
5)
Irama
dan rima (rhythm and rime)
Irama
adalah tinggi-rendah, panjang-pendek, cepat-lambat suara. Rima adalah persamaan
bunyi pada akhir larik.Rimaakhir
setiap barisnya dalam puisi tersebut bebas, jadi tidak ada unsur penekanan
bunyi tertentu seperti berikut ini.
Menasbihkan namamu
Seperti api yang membakar air
Meluap-luap
Tak
terbatas
2
Hakikat Puisi
a.
Tema atau arti (sense)
Tema adalah pokok persoalan yang
hendak disampaikan. Tema puisi Pertemuanini
adalahkerinduan seseorang akan jalan yang lurus untuk bertemu dengan Tuhan.
b.
Rasa
(feeling)
Rasa
adalah sikap penyair terhadap pokok persoalan yang terdapat dalam puisinya.
Sikap penulis dalam puisi tersebut yaitu kerinduan seseorang terhadap cinta
dari Tuhannya.
c.
Nada
(tone)
Nada
adalah sikap penyair terhadap pembaca karya puisinya. Nada dalam puisi ini
adalah nada kerinduan seseorang terhadap cinta dari Tuhannya. Penyair
menceritakan kerinduannya pada jalan yang lurus untuk bisa bertemu dengan
Tuhannya.
d.
Amanat
(intention)
Amanat
atau tujuan adalah sesuatu yang hendak disampaikan penyair kepada masyarakat
lewat puisi yang ditulisnya. Amanat puisi ini adalah sebagai manusia yang hidup
dengan memiliki kesalahan, kita harus senantiasa mencari jalan yang benar agar
bisa mencapai kebahagiaan dan bertemu dengan Tuhan.
B. Analisis
Berdasarkan Pendekatan Semiotik
1.
Teori Semiotik
a.
Teori Semiotic Peirce
Teori Peirce mengatakan bahwa sesuatu
itu dapat disebut sebagai tanda jika ia mewakili sesuatu yang lain. Sebuah
tanda (representamen) haruslah mengacu (mewakili) sesuatu yang disebutnya
sebagai objek (referent). Proses pewakilan tanda terhadap acuannya terjadi pada
saat tanda itu ditafsirkan dalam hubunganya dengan yang diwakili. Hal itulah
yang disebutnya sebagai interpretant, yaitu pemahaman makna yang timbul dengan
kognisi (penerima tanda) lewat interpretasi. Proses pewakilan itu disebut
semiosis. Semiosis adalah suatu proses dimana suatu tanda berfungsi sebagai
tanda, yaitu mewakili sesuatu yang ditandainya (Hoed, 1992: 3). Proses semiosis
yang menuntut kehadiran bersama antara tanda objek dan interpretant itu oleh
Peirce disebut sebagai triadic.
b.
Teori Semiotik Saussure
Teori Saussure sebenarnya berkaitan
dengan pengembangan teori linguistik secara umum, maka istilah-istilah yang
dipakai untuk bidang kajian semiotik meminjam dari istilah-istilah dan model
linguistik. Bahasa sebagai sebuah sistem tanda menurut Saussure, memiliki dua unsur
yang tak terpisahkan: signifier dan signified, signifiant dan signifie, atau
penanda dan petanda. Wujud significant (penanda) dapat berupa bunyi-bunyi
ujaran atau huruf-huruf tulisan, sedang signifie (petanda) adalah unsur
konseptual, gagasan, atau makna yang terkandung dalam penanda tersebut (Abrams
dalam Nurgiyantoro, 2013: 70).
2.
Analisis
Puisi
a.
Pertemuanmerupakan tanda atau simbol dalam
puisi ini. Kata ini merujuk suatu keadaan tertentu, yang memiliki makna
bersatunya dua hal dalam situasi dan kondisi tertentu.
b.
Menasbihkanmerupakan sebuah tanda dalam puisi ini yang bermakna sebagai usaha
untuk mengingat suatu hal dalam bentuk ucapan atau penyebutan.
c.
Membakar merupakan tanda yang bermakna sebagai berkobarnya semangat yang ada di
dalam jiwa manusia.
d.
alir merupakan tanda
yang bermakna sebagai suatu jalan yang harus ditempuh.
e.
Akar, pembuluh, dan urat-uratmerupakan
tanda yang bermakna sebagai lika-liku dalam menempuh suatu perjalanan.
f.
Reranting, dedaun, dan bebungamerupakan
tanda yang bermakna sebagai hasil yang akan dicapai setelah melalui jalan yang
penuh lika-liku.
g.
Waktumerupakan tanda
yang bermakna sebagai suatu proses yang sedang berlangsung atau berjalan.
h.
Hilang merupakan tanda yang bermakna sebagai suatu
keadaan yang lenyap. Dalam puisi ini bermakna bahwa dimana seorang hamba yang
tidak menempuh jalan yang lurus akan lenyap dan hilang dihadapan Tuhan.
BAB III
PENUTUP
A.
Simpulan
Puisi Pertemuan merupakan puisi karya Hilmi
Akmal yang dapat dianalisisberdasarkan struktur pembangunnya dan
tanda-tanda (semiotik) yang ada dalam
puisi tersebut. Berdasarkan analisis struktural terdapat dua unsur yaitu metode
puisi dan hakikat puisi. Metode puisi terdiri dari diksi, pencitraan, kata
konkret, pigura bahasa, dan irama/rima, sedangkan hakikat puisi terdiri dari
tema, rasa, nada, dan amanat. Sementara analisis berdasarkan semiotik meliputi
tanda-tanda yang terdapat di dalamnya, seperti pertemuan, menasbihkan, membakar, alir, akar, pembuluh, urat-urat, reranting, dedaun, bebunga,
waktu,
dan hilang.
B.
Saran
Makalah ini disusun agar pembaca mengetahui analisis
suatu karya sastra terutama puisi. Penulis berharap dengan adanya makalah ini
dapat menambah wawasan pembaca mengenai analisis puisi berdasarkan struktur dan
semiotik yang ada di dalamnya. Selain itu pembaca dapat menggunakan materi yang
ada di makalah ini sebagai referensi dalam membuat makalah yang berhubungan
dengan pembahasan tersebut.
DAFTAR PUSTAKA
Nurgiyantoro, Burhan. 2013. Teori Pengkajian Fiksi. Yogyakarta:
Gadjah Mada University Press
Pradopo, Rachmat
Djoko. 1987. Pengkajian Puisi.
Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.
Wahyuningtyas,
Sri dan Wijaya Heru Santosa. 2011. Sastra:
Teori dan Implementasi. Surakarta: Yuma Pustaka.
LAMPIRAN
Pertemuan
Karya: Hilmi Akmal
Menasbihkan namamu
Seperti api yang membakar air
Meluap-luap
Tak
terbatas
Mencintai namamu
Seperti air yang merindu alir
Mula-mula masuk tanah
Diisap akar lalu diserap pembuluh dan urat-urat
Menjadilah
reranting
Dedaun dan
bebunga
Namamu adalah waktu
Yang menopang belatang dari hembus angin
Dalam namamu
Kulihat namaku
Hilang!

