Resensi Drama "Nenek Tercinta"
Posted by
REPRODUKSI
MEMBACA PEMAHAMAN DALAM PEMENTASAN DRAMA YANG BERJUDUL “NENEK TERCINTA” OLEH
KELAS 5C
Disusun
untuk Memenuhi Tugas Akhir
Mata Kuliah Teori Membaca
Dosen
Pengampu: M. Fakhrur Saifudin, M.Pd.

Disusun
Oleh:
Nama : Farida Asmarani
Kelas : 1E
NIM : A310130194
PENDIDIKAN BAHASA,
SASTRA INDONESIA, DAN DAERAH
FAKULTAS KEGURUAN DAN
ILIMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS
MUHAMMADIYAH SURAKARTA
2013
A. Judul Pementasan Drama
“Nenek
Tercinta” karya Arifin C. Noer.
B. Sinopsis
Sandiwara ini
mengisahkan kekosongan seorang nenek renta yang hidup bersama anak
perempuannya, Lastri. Selain itu ada juga menantu lelakinya, Musta, cucu
perempuannya, Laila, dan cucu laki-lakinya, Dudung, yang tinggal serumah
dengannya. Anak perempuan dan menantunya merasa repot hidup bersama orang tua
mereka yang sudah tua dan pikun. Cucu laki-lakinya yang nakal juga sering
mengerjainya. Hanya Laila lah yang sayang kepada nenek itu.
Merasa
repot mengurusi orang tuanya, kedua kakak beradik Musta dan Lastri ini
menggunakan jasa dukun untuk mempercepat kematian sang nenek.Yang tidak mereka
ketahui adalah dukun yang mereka percaya tak lain hanya menipu mereka saja.
Hasilnya
pun bisa ditebak nenek itu tidak
terbunuh oleh mantra palsu dukun dan dukun palsu itu membawa lari uang mereka
tanpa hasil didapati. Niat jahat Lastri dan Musta kali ini gagal lagi. Adegan
ini ditutup dengan ending yang sangat bagus.
C.
Pemahaman Literal
Dalam
pementasan drama ini diceritakan tentang seorang cucu bernama Laila yang menentang niat buruk
Budenya yang ingin neneknya cepat meninggal agar tidak merepotkan lagi karena
kepikunannya itu.
D.
Pemahaman Inferensial
Pementasan
drama ini menceritakan rasa hormat dan sayang seorang cucu bernama Laila kepada
neneknya. Hal ini terbukti dalam adegan tokoh Laila menentang niat buruk
Budenya.
E.
Pemahaman Kritis
Dalam
pementasan drama ini dimunculkan tokoh antagonis dari segi bahasa menggunakan kata-kata
emosional yang berlebihan dan dari segi logika berkecenderungan membuat
fakta-fakta menunjang posisinya mempergunakan kata-kata sugestif untuk
menciptakan suatu sikap emosional terhadap masalah yang ada.
F.
Pemahaman Kreatif
Dalam
pementasan drama ini seharusnya akhir ceritanya dibuat bahagia dengan kedua
anaknya Lastri dan Musta menyadari kesalahannya dan minta maaf kepada ibunya
atau akhir cerita yang membuat penasaran penonton dengan tokoh Lastri dan Musta
membuat rencana lagi.
G.
Simpulan
Berdasarkan
pementasan drama tersebut para tokoh mampu menyajikan drama yang membuat
penonton seakan-akan terlibat dalam drama tersebut. Kisah yang menceritakan
rasa hormat dan sayang seorang cucu kepada neneknya ini dibawakan komplit
secara realis. Para pemeran terlihat menguasai peran yang dibawakannya dan
dengan dandanan make up-nya yang sangat
mendukung. Rumah yang mereka tinggali pun tampak tua namun masih bagus.


0 comments:
Post a Comment