- See more at: http://blog-rangga.blogspot.com/2013/01/cara-mudah-pasang-gambar-dan-animasi.html#sthash.pfXeksQT.dpuf

Resensi Drama "Nenek Tercinta"

Posted by Farida

REPRODUKSI MEMBACA PEMAHAMAN DALAM PEMENTASAN DRAMA YANG BERJUDUL “NENEK TERCINTA” OLEH KELAS 5C


Disusun untuk Memenuhi Tugas Akhir
 Mata Kuliah Teori Membaca
Dosen Pengampu: M. Fakhrur Saifudin, M.Pd.


Disusun Oleh:
Nama   : Farida Asmarani
Kelas   : 1E
NIM    : A310130194

PENDIDIKAN BAHASA, SASTRA INDONESIA, DAN DAERAH
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILIMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA
2013


A.    Judul Pementasan Drama
“Nenek Tercinta” karya Arifin C. Noer.

B.     Sinopsis
Sandiwara ini mengisahkan kekosongan seorang nenek renta yang hidup bersama anak perempuannya, Lastri. Selain itu ada juga menantu lelakinya, Musta, cucu perempuannya, Laila, dan cucu laki-lakinya, Dudung, yang tinggal serumah dengannya. Anak perempuan dan menantunya merasa repot hidup bersama orang tua mereka yang sudah tua dan pikun. Cucu laki-lakinya yang nakal juga sering mengerjainya. Hanya Laila lah yang sayang kepada nenek itu.
Merasa repot mengurusi orang tuanya, kedua kakak beradik Musta dan Lastri ini menggunakan jasa dukun untuk mempercepat kematian sang nenek.Yang tidak mereka ketahui adalah dukun yang mereka percaya tak lain hanya menipu mereka saja.
Hasilnya pun bisa ditebak  nenek itu tidak terbunuh oleh mantra palsu dukun dan dukun palsu itu membawa lari uang mereka tanpa hasil didapati. Niat jahat Lastri dan Musta kali ini gagal lagi. Adegan ini ditutup dengan ending yang sangat bagus.

C.    Pemahaman Literal
Dalam pementasan drama ini diceritakan tentang seorang cucu  bernama Laila yang menentang niat buruk Budenya yang ingin neneknya cepat meninggal agar tidak merepotkan lagi karena kepikunannya itu.

D.    Pemahaman Inferensial
Pementasan drama ini menceritakan rasa hormat dan sayang seorang cucu bernama Laila kepada neneknya. Hal ini terbukti dalam adegan tokoh Laila menentang niat buruk Budenya.

E.     Pemahaman Kritis
Dalam pementasan drama ini dimunculkan tokoh antagonis  dari segi bahasa menggunakan kata-kata emosional yang berlebihan dan dari segi logika berkecenderungan membuat fakta-fakta menunjang posisinya mempergunakan kata-kata sugestif untuk menciptakan suatu sikap emosional terhadap masalah yang ada.

F.     Pemahaman Kreatif
Dalam pementasan drama ini seharusnya akhir ceritanya dibuat bahagia dengan kedua anaknya Lastri dan Musta menyadari kesalahannya dan minta maaf kepada ibunya atau akhir cerita yang membuat penasaran penonton dengan tokoh Lastri dan Musta membuat rencana lagi.

G.    Simpulan
Berdasarkan pementasan drama tersebut para tokoh mampu menyajikan drama yang membuat penonton seakan-akan terlibat dalam drama tersebut. Kisah yang menceritakan rasa hormat dan sayang seorang cucu kepada neneknya ini dibawakan komplit secara realis. Para pemeran terlihat menguasai peran yang dibawakannya dan dengan dandanan  make up-nya yang sangat mendukung. Rumah yang mereka tinggali pun tampak tua namun masih bagus.






0 comments:

Post a Comment