- See more at: http://blog-rangga.blogspot.com/2013/01/cara-mudah-pasang-gambar-dan-animasi.html#sthash.pfXeksQT.dpuf

Menulis esay" Sikap Masyarakat jelang Pemilu 2014"

Posted by Farida

 Tugas Kuliah

Sikap Masyarakat Jelang Pemilu 2014
Oleh: Farida Asmarani/A310130194/2E


Menjelang Pemilihan Presiden tahun 2014 masyarakat desa Tengger disibukkan dengan pilihannya masing-masing. Seperti yang biasanya masyarakat desa ini lakukan dengan membuat gapura yang bertuliskan nama Partai yang dipilihnya. Banyak poster-poster yang ada dipinggir jalan tetapi yang jadi permasalahan jika poster tersebut bukan Partai yang dipilih maka poster lainnya akan dibuang.
Masalah seperti ini bukan hanya di Desa Tengger ini saja, tetapi di desa lain seperti desa Bulukerto jauh lebih tragis, poster-poster yang bukan pilihannya akan di sobek, jadi lebih terlihat jelas keburukannya. Purwanto salah satu masyarakat desa Tengger juga menyatakan bahwa masyarakat tidak seantusias ini membuat segalanya jika tidak ada uang. Sungguh pemikiran yang dangkal. Masyarakat ternyata melakukan semua ini berlandaskan uang bukan dari hati mereka sendiri. Dengan banyaknya pemikiran-pemikiran yang seperti ini masyarakat yang bermoral pun akan ikut-ikutan dengan jalan pemikiran masyarakat yang begitu buruk.
Hal seperti ini bukan hanya dilakukan dalam pemilihan presiden saja, tetapi pemilu yang lain juga. Banyak masyarakat  yang mengeluh dan kecewa karena di masa pimpinan yang sekarang ekonomi selalu naik, jadi mereka kali ini mempertimbangkannya dengan baik-baik menjelang pemilu, tapi dengan sikap masyarakat yang sekarang harapan itu akan semu. Ada uang ada pemilihan, ujar Pak Parman selaku ketua perkumpulan di desa itu.
Sepertinya menjelang Pemilu 2014 ini orang-orang muslim sudah melupakan hadits, Sabda Rasulullah saw : “Orang muslim yang baik adalah yang muslim lainnya aman dari gangguan ucapannya dan tangannya, dan orang yang Hijrah (tergolong kelompok Muhajirin) adalah yang meninggalkan apa apa yang dilarang Allah” (Shahih Bukhari).
Banyak yang tidak mampu menjaga lidahnya untuk mengejek orang lain. Menjelek-jelekkan partai lain, sampai-sampai masyarakat hilang akal dengan merusak poster Partai lain. Masyarakat lupa jika memilih pemimpin yang menang karena bantuan uang maka rakyat sendirilah yang menderita, karena pada awalnya pemimpin yang dipilih sudah tidak memiliki sifat yang baik, yang bisa memberikan contoh pada masyarakatnya. Mestinya harus ada sinergi bagaimana memasukkan banyak orang-orang sholeh ke DPR. Jangan waktu itu hanya di habiskan untuk  mementingkan kepentingan sendiri dan materi.
Sebagai masyarakat yang baik, kita tidap harus memilih pemimpin dari yang bermateri banyak. Itu benar. Dari Partai mana saja. Silahkan pilih yang sholeh yang biasa memberikan manfaat kepada masyarakat. Tidak ada orang yang sempurna di dunia ini. Begitu pula tidak ada Capres yang sempurna. Maka pilihlah yang keburukannya lebih sedikit atau yang lebih suka diam dibanding yang banyak bicara.
Imam Ahmad bin Hambal, pernah di tanyakan, jika ada 2 Calon Pemimpin Perang, yang satu adalah orang sholeh tapi lemah(kurang jiwa leadershipnya dan kurang pengalaman), dan satu lagi adalah Faajir (berdosa) tapi kuat (leadershipnya dan pengalamannya).
Imam Ahmad mengatakan , pilihlah yang Faajir (berdosa), tapi kuat. Karena Kuatnya dia akan memberikan manfaat bagi tentaranya. Sedangkan Faajirnya adalah untuk dirinya sendiri. Sedangkan orang yang sholeh itu kesholehannya untuk dirinya sendiri, tapi lemahnya akan memberikan pengaruhnya bagi orang banyak.
Saudaraku, yang idealnya tentu saja yang sholeh dan kuat, tapi kadang, kita di hadapkan dengan kondisi yang tidak ideal. Maka, kita memilih yang memberikan manfaat bagi orang banyak. Imam Ahmad juga tidak mengatakan, jangan memilih keduanya alias GOLPUT. Dalam kondisi tidak ideal seperti sekarang ini, bagaimana kita bisa meminimalkan kerusakan bagi masyarakat dan rakyat.
Terlepas dari apapun pilihannya,  marilah tetap peduli dan berharap munculnya figur tokoh pemimpin yang semakin baik. Rasanya ‘kaderisasi’ pemimpin dan elit politik di Indonesia masih sangat perlu perbaikan. Dan masyarakat berharap banyak pada partai yang belum terkontaminasi dalam percaturan politik dan birokrasi di negeri kita ini, untuk  membawa perubahan baru dan merestorasi republik ini untuk kembali pada tatanan yang semestinya dilakukan oleh bangsa ini sesuai falsafah hidup bangsa yang sudah disepakati bersama sejak Indonesia merdeka. Amin




0 comments:

Post a Comment